Merangkai Filsuf #1 Anaximander

Hari ini saya akan memulai dengan sebuah pertanyaan. Apakah kalian menguasai salah satu pemikiran dari para banyak filsuf di dunia?

Jawab saja dalam hati. Bila jawabannya Iya-Tidak itu bukan masalah. Hari ini kita akan merangkai sebuah kalimat secara singkat mengenai beberapa filsuf yang mungkin masih terdengar asing namanya ditelingan kalian. Terkecuali untuk teman-teman yang jurusannya filsafat ya…

 

Sebagai pengagum dari pemikiran manusia yang penuh dengan keunikan ini saya akan merangkai cerita pertama mengenai Filsuf yang bernama Anaximander. Mendengar namanya saja saya sudah terpesona dan tempat kelahirannya adalah salah satu kota impian saya Ionia yang sekarang kita kenal Turki. Anaximander lahir tahun 610SM dan wafat 546SM diusianya yang ke 64 tahun. Kemunculannya sebelum era Socrates yang terinpirasi dari para pemikir terdahulu Plato dan Aristoteles. Sayangnya hasil pemikiran beliau tidak ditemukan dokumentasi yang banyak, mungkin pada masa itu beberapa dokumen hasil pemikiran karyanya telah lenyap dalam situasi alam. Pemikiran beliau menjembatani pemikiran Thales ke Pythagoras.  Pythagoras dapat berhasil membaca pemikiran Thales karena catatan dari Anaximander karena dia dulu berguru dengan Thales kemudian, mengabdikan diri menjadi guru. Murid Anaximander adalah Anaximenes dan Pythagoras.

Pemikiran beliau menekankan pada studi filsafat, geografi, metafisika, dan geometri. Mnejadi pemikir awal yang menggunakan sains dan matematika untuk menkaji aspek yang berbeda dari alam semesta dan kehidupan di sekitas kita. Dia dikenal sebagai bapak ilmu Astronomi, dia memjelaskan bahwa bentuk bumi silinder dan angkasa setiap harinya berputar mengelilinginya. Dia juga berhasil membuat makalah tentang geometri dan berhasil menciptakan GLOBE.

Terdapat tongkat penunjuk yang dapat menghitung waktu di tanah datar serta memiliki piringan matahari (sundial) untuk menetukan waktu yang disebut “Gnomon”. Dia adalah peneliti dan filsuf yang berani, dia juga mempertanyakan tentang mitos dewa-dewi, ia ingin menjelaskan fenomena secara rasional.

Jadi, benarkah bahwa Dewa Zeus yang meberikan petir? Atau petir terjadi karena ada Pneuma (udara yang memadat)? 😉

Selamat membaca! 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s