The World of Mapping

Bermula disaat saya suka sekali membuat “MIND MAPPING” untuk setiap pelajaran dan project yang saya buat. Otak saya seakan membuat sebuah map-nya sendiri, dan susunan ini membantu saya untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang saya hadapi selama sekolah, kuliah dan saat kerja. Penyusunan mapping di otak untuk sebuah penulisan juga membuat saya semakin jatuh cinta dengan ilmu Geografi.

Semasa SMA belajar geografi merupakan salah satu kelas unggulan yang tidak bisa saya lewati. Lalu apa sih hubungan mind mapping dengan geografi? sebenarnya yang mau saya bahas lebih dalam adalah mengenai “Cartography”.

 

  • Wikipedia berkata “Cartography (from Greek χάρτης khartēs, “map”; and γράφειν graphein, “write”) is the study and practice of making maps. Combining science, aesthetics, and technique, cartography builds on the premise that reality can be modeled in ways that communicate spatial information effectively.” Dalam penjelasan diwikipedia juga dinyatakan bahwa banyak perdebatan tentang “MAP” ini sendiri. Map yang juga merupakan “Wall Painting” pada masa Anatolia  city dan Babylonian, kemudia semakin berkembang sampai seorang filsafat pre-Socrates yang jago dalam pitagoras dan agoritma, disini kita masuk ke Roma & Greek yaitu Anaximander 6th Century BC. Kemudian  abad 2nd century AD Ptolemy  mulai diproduksilah tentang KARTOGRAFI , GEOGRAFIA (Carthography, Geographia).
  • Kartografi Menurut Rystedt B adalah ilmu disiplin yang menyatakan antara peta dan pemetaan. Kartografi menyatukan tampilan atau representasi geografis dan virtual.
  • Menurut UN Tahun 1949 kartografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana menyiapkan chart dan peta, karena kartografi ini makin meluas akhirnya dibuat konferensi dalam ICA (international Cartography Assosiation). Isi gagasan-nya adalah kartografi ini menurpakan SENI, ILMU PENGETAHUAN dan TEKNOLOGI tentang proses pembuatan PETA dan hasil karya seni maupun dokumen-dokumen dari studi tersebut.

 

WOWWW.. menarik bukan? buat saya ini menarik karena ada salah satu karya seni Kartografi yaitu “Cosmographia” karya  Sebastian Munster (1488-1552) Beliau membuat peta negara JERMAN. Buku cosmographia ini karya populer pada abad ke 16th. Terdapat hasil karya Geografis deskripsi tentang Jerman dan Eropa Map (1530).

Ini dia mahakarya Mr. Munster.

map-bunting-europa

Lihatlah karya beliau untuk peta EROPA, sunggu imaginatif, kreatif dan sangat memukau. Tapi kita akan lanjut kemasa selanjutnya setelah terkenalnya cosmographia ini muncul mahakarya kartografi dari “Petrus Apianus”. Siapakah beliau? Dia adalah humanis dalam tradisi Renaissance, seorang sarjana berpengalaman dalam sejumlah disiplin klasik, termasuk geografi, matematika, astrologi, dan astronomi. Ini dia salah satu blog yang menuliskan tentang Petrus Apianus (http://www.bpl.org/distinction/2015/01/30/the-universe-in-motion-apians-cosmographia-2/)

cosmo-4.jpg

“Cosmographia … is about the world, which consists of four elements: earth, water, air, and fire”

cosmo-map

Dalam ilustrasi ini kita melihat tata surya Ptolemaic didominasi oleh Bumi dan Bulan , dengan Sun mengorbit di suatu tempat antara Venus dan Mars. Kita juga melihat berbagai tahapan gerhana bulan. “The armillary sphere” adalah model mekanik hiasan dari kosmos yang muncul beberapa kali dalam map tersebut. Dalam peta cordiform di atas, yang pertama kali muncul di edisi 1544, kita melihat Amerika Utara, sepotong tanah di pantai lepas Asia berlabel “Baccalearum” (tanah Tuhan), mengambang dalam sebuah peta dari bumi sementara angin Dewa meniupkan udara kedalamnya. Dia menggambarkan peta dengan ilustrasi seni yang sangat menyita mata untuk terus memperhatikan detail dari tekstur kartografi ini.

Ketertarikan saya pada planet kita bumi dan petanya serta pemetaan planet lain ini membawa saya pada sebuah artikel yang menuliskan tentang Cosmographia yang diminati oleh para astologi dan astronomi seperti Petrus Apianus. Bumi adalah planet yang cantik sampai-sampai mau melukis mereka saja kita dapat membuat peta, tapi manusia memiliki otak yang luar biasa seksi. Bahkan karya beliau digunakan oleh NASA , check this out :

“NAIF offers for public use a modified version of the open source visualization tool named Cosmographia. Cosmographia is an interactive tool used to produce 3D visualizations of planet ephemerides, sizes and shapes; spacecraft trajectories and orientations; and instrument field-of-views and footprints. Cosmographia has many user controls, allowing one to manage what is displayed, what vantage point is used, and how fast the animation progresses.” (http://naif.jpl.nasa.gov/naif/cosmographia.html, 2016).

Bagaimana dengan teman-teman, apa ada yang memiliki  ketertarikan yang sama dengan saya dalam Map ? Ternyata tidak pernah sia-sia kita bisa memulai belajar dengan membuat peta dari koran, atau kertas yang dibasahkan dan dulu saya juga pernah dilatih untuk menggambar peta oleh ayah saya (karena dia juga dulu lulusan Geografi). Sampai saat ini melihat buku karya ayah saya yang ada petanya selalu mengingatkan saya akan kenangan masa kecil dimana belajar itu menyenangkan. Semoga informasi diatas (bukan yang curhatan saya) bermanfaat buat teman-teman yaa.. ;P

Happy writing & reading guys!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s