Global System Science

 

Sebenarnya saya mau menulis dalam bahasa inggris. Hanya saja waktu hari ini tidak mendukung. Sekalian melatih grammar, akan saya buat versi inggrisnya soon ­čśë

Apakah kalian pernah mendengar tentang “Global System Science”? saat anda mendengar atau membaca kata Global, System dan Science. Apa yang ada dipikiran anda?

Dalam pemahaman Global Philosophy terbilang baru dipakai. Pada kenyataannya konsep global ini sudah digunakan sejak zaman perdagangan. Kenapa? karena pada saat itu terjadi yang namanya pertukaran barang dan jasa secara global atau dua negara bahkan lebih. (waktu duduk di kelas S2 International relations saya diberikan materi sejarah ini, menariknya adalah begitu banyak teori yang memberikan pemahaman tentang globalisasi itu sendiri). Pasti kalian tahu sejarah jalur sutra, rute perdagangan milik kesultanan Utsmaniyah pada masa penjelajahan tahun 1453. Perjalanan ini menghubungkan Afrika, Asia, dan Eropa dan banyak perubahan serta percampuran budaya.

Kalau sudah masuk soal budaya bahasan kita akan semakin lebar, karena budaya yang bercampur ini sungguh banyak ragamnya, dapat dilihat dari bahasa, fashion, makanan, arts, agama, ekonomi, politik, dana lainnya (bisa cek 7 unsur budaya, tapi sebenarnya budaya sendiri itu luas atau bisa cek ke filsafat budaya).

Roland Robertson adalah dosen sosiologi Universitas Aberdeen, salah satu tulisannya adalah mengenai Globalisasi pada tahun 1992. Kata beliau “globalisasi itu pemadatan dan yang membuat kaya penduduk dunia” sedangkan kata sosiologi Anthony Giddens “globalisasi dapat diartikan sebagai intensifikasi hubungan sosial dunia yang menghubungkan tempat-tempat jauh”

Saya cukup ambil dua referensi saja, karena kita bisa masuk ke kata “System” kenapa harus menjadi sistem? apa itu sistem? Sistem adalah sebuah kesatuan yang terhubung bersama sebagai bagian dari mekanis atau network, kompleks. Kalau dalam pembahasan ini yang dimaksud dalam sistem adalah aturan, rencana atau perintah, saya ambil berdasarkan Oxford Dictionaries. Karena arti yang lebih tepat adalah “System for rule, organize, and order”.

Next, Science…

Do you know what is science? when I was kids, 6 years old. My dad asked me that question. Sebagai anak yang masih┬ápolos, saya menajwab;┬á“Sains itu matahari” karena saya dengarnya mirip┬á“sun”. Lalu papa saya bilang, Iya kamu betul, ┬ámatahari juga merupakan bagian dari sains planetarium. Tentu sebagai anak kecil yang terlalu hyperactive dan curious saya terus bertanya, apa itu planetarium dan sebagainya sampai mau tidur tidak berhenti bertanya dan belajar, sampai papa saya lelah sendiri yang mengakibatkan munculnya “emosi”. ┬áJadi, saat saya mulai mengenal sains diusia 6 tahun, saya membaca bahwa sains itu “KEREN” dan banyak ragamnya. Mari kita jalan-jalan lagi ke masa lalu..

Pre-modern keaslian dari filosofi sains dilihat dari Papi Plato dan Papi Aristotles, mereka berdua senang sekali diskusi samapai ke dalam akar dari setiap bahan yang dibicarakan. Kedua ayah saya ini (ngaku-ngaku ajeee..) membedakan bentuk penalaran perkiraan dan menetapkan 3 skema dari abduktif, deduktif dan inferensi induktif, serta penalaran dengan analogi. Sedernahannya, cara kita berpikir memakai analogi yang bisa menggambarakan penjelasan kita, dan cara pandangnya bisa mengkerucut, melebar atau cara abduktif yang saya jelaskan lagi ini ke kalian secara simple. ­čÖé

Novum Organum- Mr. Bacon, sebuah refrensi dari karya tulisan Papi Aristotles “ORGANON” menguraikan sistem baru pada logika dan membuat silogisme yang berdasarkan ekperimental. Panjang sekali mencari tahu tentang science itu. Biar tidak kemana-mana, Scientia dari bahasa latin yang artinya “knowledge”. Untuk bisa berilmu kita harus belajar dan latihan. Ada penelitian dan memiliki sistem untuk melakukan observasi, menjelaskan fenomena-fenomena secara natural.

Jadi, kalau ada fenomena berarti ada kasus ?

Global System Science melihat pada kasus yang ada pada “Traditional Science, Social Science, Mathematics, Informations, Communication and Technology. Apa tujuannya? untuk membuat stimulator dari impact yang muncul secara global. Dalam Global System Science terdapat multilevel yang melihat pada masalah atau isu-isu di negara-negara secara global.

Terdapat kunci pembahasan yang sering kali dibahas dalam Global System Science yaitu; social and biological system, physical and ecological system, infrastructure and communication system.

 

Contoh : ┬áThe Tid’Worth Mums (organization by young army wife)

Issue : Loneliness and Isolation

The good things from Global System Science : Their ideas have filtered up and informed funding decisions.

Global system science can frame the problems, find new solutions, systematically solution to inform policy before implementation.

Seperti kita sedang membuat karya ilmiah, setiap kasus atau isu yang bermunculan dapat kita amati melalui sains dan kita bisa menemukan solusi. Mungkin solusi belum tentu baik menurut semua orang. Tapi, apakah ada yang lebih baik dari sains?

By Agathackd

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s