Ini “Krisis” yang kau sebut “karya”

Melihat dari dua sisi, bukan berarti jadi “terkenal” itu buruk, bukan berarti “tidak terkenal” itu buruk. keduannya-pun juga bukan berarti baik. Ini adalah bagian dari menjual karya seni. Bahkan, ada yang sampai rela menjual bagian tubuhnya untuk dijadikan karya. Sebagian yang melihat mungkin mengatakan; “yaelah mau terkenal kaya gitu banget” tapi, ada juga sebagian yang melihat mengatakan; “cool, dia kreatif banget”. Bisa jadi, semua itu pandangan orang-orang, orang akan terus menjudge, menilai dan bilang kamu bodoh atau kamu salah.

Ada dimana kita mengenal hidup itu pilihan, maka biarlah mungkin itu menjadi jalan hidup mereka. Seorang pebisnis dapat keuntungan dari hal tersebut, si talent juga puas dengan karyanya. Media yang kian marak dengan berbagai macam aplikasi/media yang bermunculan versi-versi baru untuk pembuatan “Video, edit Photo, edit Makeup, dan lainnya” membuat saya mengakui bahwa kegilaan pada benda mati akan menjadi bagian dari pada “obsesi manusia” dan “sensasi” adalah bagian Cognitive Dissonace mereka.

Mari kita bersama-sama pahamii dulu dengan baik bahwa setiap kalimat yang diteliti oleh para ahli begitu mempesona bahwa sampai saat ini, manusia terus berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan dan pola hidup modern. Individualitas dari para pelakon di Ibu Kota JAKARTA kerap kali menyimpan rasa “kesepian”, sehingga kesenangan terbentuk melalui konstruksi media.

Tapi, perubahan ini akan terus menjadi krisis, bukan sebuah fakta yang buruk atau baik, lebih bijak saya sebut “krisis”. Kalau berlebihan mungkin akan ada efek yang kurang baik bagi manusia, seperti dibeberapa negara besar yakni “Jepang” atau bisa jadi, ada efek yang baik, “saya tidak dapat memprediksi masa depan. Tapi, ada beberapa fase yang “mungkin” harus dilewati bangsa ini agar sampai puncak dimana setiap warganya bisa “Confidence” yang kokoh pada dirinya, sehingga mulai bisa mengontrol diri dan tahu kegunaan media tersebut secara “Bijak”.

Note: Saya sebut “karya” karena “human body is a part of arts and human mind is very complex. What you think is crazy, it might not.”

Ada beberapa kunci yang harus kita pahami “media industry” adalah apa yang diciptakan oleh media akan membentuk khalayaknya sendiri. Ya.. seperti itu.

Read : http://www.backstage.com/advice-for-actors/backstage-experts/how-become-youtube-sensation/  (Sebagian dari contoh liputan yang berisikan mengenai menjadi utuber yang sensasional)

Kita sedang melakukan dealing dengan fenomena yang sudah pernah diteliti oleh John Bargh dan koleganya pada tahun 1996, mereka mempublis studi  ‘social priming’

“The idea that our behaviour can be unconsciously affected by clues in our environment.”

Ada 2 persfektif konsep priming dikutip dari (Bryant Jennings and Susan Thompson, 2002).

Pertama: priming terjadi pada saat seseorang membaca atau menonton suatu cerita pada media yang mengaktifkan pikiran atau perasaan yang telah tersimpan di dalam benak pikiran sebelumnya karena pengaruh pembelajaran dan pengalaman di masa lampau.

Kedua: priming diartikan sebagai terpaan media yang memengaruhi perilaku seseorang sehingga melakukan tindakan yang tidak diinginkan, misalnya mencuri.

Menurut L. Berkowits, efek priming terjadi bila pengaktifan suatu pikiran, gagasan, atau ide dapat mengaktifkan pikiran, gagasan atau ide lain yang berhubungan. Contoh, bila kita melihat film kartun dengan seorang karakter memukul seorang anak yang tak berdaya dengan sebuah palu, maka hal ini dapat memengaruhi kita untuk (secara tak sadar) melakukan tindakan yang sama (Straubhaar dan LaRose, 2002).

Penemuan yang fenomena ini bisa terus dikembangkan oleh para peneliti seperti saya, kamu dan lainnya. Kita bisa melihat apakah bisa diaplikasikan dengan contoh di masa modern ini, era new media. Ekspetasi saya yang sangat besar dalam beberapa percobaan dan pengamatan menarik dari “Human”, “Brain”, and “Body”. Eksperimen yang sering tidak disadari oleh  dan yang telah mempengaruhi dia/anda/saya. Sangat halus sampai kita tidak dapat menyadarinya secara cepat bahwa akan ada pengaruhnya.

Untuk lebih dalam lagi bisa lihat disini: Bahwa sebanrnya Verbal dan Non verbal yang dilakukan manusia dapat mempengaruhi ide, pandangan, sikap, dan kalimat yang kita tulis atau ucapkan. Ketika saya menulis tentang ini, saya merasa bahwa saya manusia yang akan terus diteliti dan berevolusi. Saya melihat ada banyak efek yang tanpa disadari membuat perubahan dalam hidup ini. Bukan lagi soal kematian yang saya pikirkan, tapi ketertarikan saya untuk melihat tahun berikutnya dan tahun berikutnya apakah fenomena yang ada pada penelitian ini terus berkembang?

Mari kita lihat kata “Mengikuti, terpengaruh, manipulasi” apakah sudah benar bahasa saya? Yups.. seperti itulah kita manusia tanpa disadari. Otak bisa mengirimkan pesan ke otak orang lain, dan saat sebuah kalimat atau sikap memberikan ransangan maka secara tidak sadar kita akan mengikutinya. Vooalaaa.. https://youtu.be/5g4_v4JStOU

Seperti ada yang mengontrol otak kita sehingga “Priming” ini memiliki impact pada performance kita. Karena, saya pernah mencoba penelitian ini pada beberapa orang yang saya kenal, tanpa mereka sadari mereka telah melakukan “Priming”.

Malcolm Gladwell discusses how what you experience in advance of a situation can profoundly effect the choices you make and the results you get. This effect is called “priming” and it profoundly effects your expectations and behavior. From a interview discussing his book “Blink” https://youtu.be/Z_mVFPCaQJY

Kesimpulan yang akan saya tarik sebagai benang merah dari penulisan ini adalah otak kita merespon dengan tanpa disadari, sehingga apa yang dilakukan orang, yang kita lihat dan yang kita dengar bisa tertanam didalam sebuah “hippocampus” sensor telah masuk ke imagery coding, dan kemudian terpanggil oleh recall memory. Priming masuk dalam ingatan eksplisit yang membuat kita berkerja tanpa harus berpikir. Ada sebuah keyakinan bahwa saat itulah Priming dapat terjadi. Sebagai pengamat saya melihat lebih dalam lagi dan bukan pada dampaknya nanti baik atau buruk karena ketika kita memahami tentang “Human, Brain and Body” apapun bisa karena yang hidup itu berevolusi dan kompleks.

Saran dan kritik adalah hal baik karena menjadi yang sukses butuh dijatuhkan dan ditangguhkan. Salam ceria! 🙂

By Agatha ckd – 30 June 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s